Sunday, April 8, 2012

Mengalir Seperti Air – Cara Benar dan Cara Salah

Ungkapan mengalir seperti air terdengar begitu indah, bijak, dan puitis. Maka banyak orang yang menggunakan ungkapan ini sebagah falsafah hidupnya. Namun sayangnya, jika kita menyikapinya atau memahaminya dengan cara yang salah, akan menjadikan diri kita terpuruk tidak memiliki prestasi apa-apa.


Tapi, ada orang yang menggunakan prinsip ini dan dia meraih sukses?


Ya tentu saja, jika kita memahami prinsip ini dengan benar, maka Anda bisa sukses dengan menerapkan prinsip ini dalam kehidupan Anda sehari-hari. Artikel ini akan membahas, bagaimana pemahaman yang salah dan benar.


Akan kita awali dengan cara yang salah memahami ungkapan mengalir seperti air.


Ciri pemahaman salah terhadap ungkapan mengalir seperti air adalah menjadikan diri Anda menjadi tidak berdaya. Anda tidak melakukan apa-apa, Anda malas, tetapi Anda merasa benar dan merasa sudah mengikuti prinsip ini. Jangan sampai menggunakan ungkapan ini sebagai alasan kemalasan Anda, tidak mau kerja keras, tidak berlatih, dan tidak mau melakukan ikhtiar yang optimal.


Saat Anda melihat orang kerja keras dan berusaha penuh determinasi, kemudian Anda bekata, saya mengalir seperti air saja, sambil tersenyum dan santai. Dia akan mendapatkan sesuatu, sementara Anda? Ya, Anda akan mendapatkan rasa santai saat ini.


Salah satu sifat air ialah selalu menuju tempat yang rendah, saat Anda memikirkan ungkapan mengalir seperti air, jangan sampai bayangan Anda memikirkan sesuatu rendah. Artinya Anda tidak lagi berusaha untuk meraih prestasi yang tinggi. Pencapaian Anda menurun, kinerja Anda menurun, dan prestasi Anda menurun. Kemudian dalam hati berkata, biarlah, saya memang memegang prinsip mengalir seperti air. Apa adanya saja, tidak usah ngoyo.


Seperti disinggung diatas, kemungkinan kedua mengapa orang mengatakan ungkapan ini karena dia ingin santai, tidak mau kerja keras, dan tidak mau stress. Masalahnya, jika Anda hanya mencari santai saat ini, maka siap-siaplah tidak santai di kemudian hari. Jika Anda menghindari stress sekarang, maka Anda akan menghadapi stress yang lebih besar nanti.


Jadi harus tress?


Ada dua jenis stress. Yang satu baik dan yang satunya tidak baik.


Stress yang baik adalah saat Anda stress dalam belajar dan berusaha serta saat Anda menghadapi masalah atau halangan mencapai tujuan Anda. Saat sedang bisnis, Anda akan menghadapi masalah, harus membayar cicilan, dan pelanggan yang bikin pusing. Ini bisa membuat Anda stress. Namun, stress ini adalah stress bagus, sebab akan menghasil sesuatu yang baik bagi Anda.


Memang, meski pun stress ini bagus, akan membawa kebaikan, tetapi tidak boleh dipelihara. Anda bisa mengurangi bahkan menghilangkan stress ini dengan cara menjalankan aktivitas Anda dengan kesabaran dan keikhlasan.


Stress yang tidak baik adalah saat Anda stress karena tidak punya uang. Ada keperluan mendadak, mendesak, dan penting tetapi Anda tidak punya uang. Anda hidup dalam kesengsaraan. Semua kebutuhan tidak terpenuhi. Kemudian Anda stress. Kondisi ini didapatkan karena Anda menghindari stress saat berusaha dan berjuang.


Tentu saja, stress kedua ini pun ada obatnya, yaitu dengan sabar dan ikhlas. Hanya saja ada bedanya, hasil yang pertama lebih baik dibandingkan yang kedua. Sama-sama stress, sama-sama bisa diobati, sama-sama bisa dapat pahala, bedanya yang pertama lebih memberdayakan Anda.


Jadi, jangan jadikan ungkapan mengalir seperti air hanya sebagai dalih menghindari stress sekarang karena bisa mengarahkan Anda ke sress yang lebih besar nanti.


Yang ketiga, mengalir seperti air tidak selalu bagus. Saat Anda mengalir dan tidak terkendali, maka air bisa membawa bencana kepada sekitar seperti aliran banjir atau tsunami. Saat Anda santai, tidak berdaya, dan tidak memberikan kontribusi, bukan hanya Anda yang menderita, tetapi Anda juga menjadi beban orang-orang di sekitar Anda, bahkan menjadi beban negara.


Jika Anda memegang prinsip mengalir seperti air, maka ubahlah persepsi Anda terhadap ungkapan ini. Mari kita lihat.


OK, sekarang kita bahas filosofi dari mengalir seperti air. Air memiliki energi yang tinggi, terus bergerak dan jika pun harus berhenti, dia menampung energi yang dahsyat yang bisa diubah ke berbagai bentuk energi seperti energi listrik. Tidak sedikit negara yang menggunakan pembangkit listrik tenaga air. Untuk itu, jika Anda memegang prinsip mengalir seperti air, artinya Anda haru memiliki energi atau motivasi yang tinggi sehingga terus bergerak.


Jika berhenti, mudah menyerah, atau loyo maka tidak pantas mengatakan diri mengalir seperti air sebab air tidak pernah berhenti. Kalau pun berhenti, itu sementara untuk menampung energi.


Yang kedua, air itu memiliki fleksibilitas yang tinggi. Saat Anda menghadapi masalah bahkan menemukan jalan buntu, maka Anda harus fleksibel dan beradaptasi sehingga mampu menemukan jalan keluar seperti air di sungai. Saat ada batu di depan, air membelokan diri mencari jalan, dan ini terus dijalankan mulai dari puncak gunung sampai ke samudera. Air tidak mudah menyerah, dia akan mencari jalan terus.


Yang ketiga adalah air yang mengalir dengan cara terkendali akan memberikan manfaat yang besar. Kita bisa lihat bahwa sungai menjadi sumber kehidupan di berbagai wilayah. Air menghasil energi, menyuburkan tanah, dan membersihkan diri. Itulah air. Jadi, mengalir seperti air adalah Anda memberikan manfaat dan membawa kebaikan kepada sesama.


Menjadi pribadi yang tangguh, bermotivasi tinggi, fleksibel, mudah beradaptasi, dan membawa kebaikan untuk sesama adalah ciri pribadi yang memegang prinsip mengalir seperti air.


View the original article here

Kiat Melejitkan Potensi Diri

Siapa yang menghambat Anda melejitkan potensi diri? Ya, sering kali dilakukan oleh diri sendiri. Ada dua hal yang menyebabkan kita menghambat melejitkan potensi diri yaitu tidak ada kemampuan dan tidak ada kemauan (malas). Namun penyebab yang pertama bisa diatasi jika kita punya kemauan. Kemampuan bisa kita dapatkan kita kita memiliki kemauan untuk belajar.


Melejitkan potensi diri tiada lain dengan cara “memaksa” diri Anda untuk mengeluarkan apa yang terpendam dalam diri Anda. Yang namanya potensi artinya masih potensial, belum benar-benar digunakan. Untuk menggunakannya diperlukan energi. Nah, inilah yang tidak disukai oleh pemalas.


Melejitkan potensi diri adalah keluar dari zona nyaman. Keluar dari zona nyaman memang menjadikan kita akan melalui proses yang tidak nyaman tetapi akan membawa kita masuk ke zona yang lebih baik, yaitu zona sukses. Sekali lagi, kemalasan akan menghambat diri Anda untuk keluar zona nyaman.


Kemalasan Anda bisa dilihat dari kata-kata Anda. Kata-kata keluar dari mindset atau pola pikir Anda. Sebaliknya, pola pikir bisa dibentuk oleh kata-kata Anda. Maka langkah pertama untuk melejitkan potensi diri ialah dengan memperhatikan kata-kata yang sering kita ucapkan. Setelah itu perbaiki kata-kata itu, maka Anda akan mampu melejitkan potensi diri Anda.


Dibawah ini akan saya bahas beberapa kata atau phrase yang sering digunakan dan menghambat kita untuk melejitkan potensi diri. Biasanya, orang yang betah akan selalu memiliki alasan, jika tidak ada pun akan mencari-carinya. Jika masih mencari-cari alasan untuk pembenaran diri, maka lupakan untuk melejitkan potensi diri.


Ya, saat Anda mengatakan tidak bisa, maka semuanya berhenti. Mau apa lagi, toch tidak bisa. Karena Anda berhenti, maka Anda tidak akan bisa melejitkan potensi diri.


“Tapi, saya memang benar-benar tidak bisa.”


Tuh kan?


Mungkin iya, saya juga sama, orang hebat mana pun sama, mereka pernah tidak bisa. Bedanya adalah mereka tidak mengatakan “saya tidak bisa”, tetapi mereka mengatakan “saya belum bisa.” Artinya, saat ini Anda boleh tidak bisa, besok lusa mungkin akan menjadi bisa. Kuncinya adalah, Anda mau tidak mengubah diri menjadi bisa?


Oleh karena itu, daripada mengatakan “saya tidak bisa”, lebih baik katakan “Insya Allah saya bisa”. Perhatikan kata-kata Anda, ubahlah dengan yang lebih baik, dan lihat apa yang terjadi dalam diri Anda nanti.


“Saya optimis, tapi saya realistis saja.” Ingat pembahasan tentang kata TAPI. Anda sudah mengatakan optimis, kemudian dibalikan dengan kata TAPI, maka optimis itu hilang menjadi apa yang dikatakan “realistis.”


“TAPI, bukankah kita harus realistis?” (kali aja ada yang protes seperti ini).


Ya, kita memang harus realistis, artinya sesuai dengan kenyataan kemampuan manusia. Kemampuan manusia memang terbatas (saya tidak setuju dengan motivator yang mengatakan kemampuan manusia tidak terbatas, hanya Allah yang tidak terbatas). Yang menjadi pertanyaan adalah, sampai dimana batas manusia?


Jika Anda mengatakan realistis itu adalah realistis manusia, maka Anda harus memiliki pencapaian hebat seperti yang sudah dilakukan manusia-manusia hebat lainnya.


Namun sayangnya, banyak yang mengatakan realistis, dengan maksud realistis menurut anggapan dia sendiri. Mereka berpendapatkan realistis itu adalah hanya yang bisa atau biasa mereka lakukan dan capai. Kalau begitu, maka Anda tidak akan pernah melejitkan potensi diri.


Sebenarnya, yang disebut dengan realistis adalah kehebatan maksimal manusia.


Protes lagi: “TAPI, saya sepertinya memang tidak mungkin melakukan hal yang lebih hebat, karena …”


Ya, itu artinya ada batasan dalam diri Anda, dan dunia Anda lihat dengan batasan yang Anda miliki itu. Itu disebut realita Anda. Realita Anda artinya bagaimana cara Anda melihat dunia. Jika sesuatu di luar realita Anda, maka Anda mengatakan “tidak mungkin”.


Semakin sempit realita Anda, maka akan semakin banyak hal yang Anda anggap tidak mungkin. Jika Anda mengubah atau memperbesar realita Anda, maka banyak hal yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin (karena memang sebenarnya mungkin).


Bagaimana cara memperbesar realita? Caranya ialah dengan mengembangkan pikiran positif Anda. Lebih detilnya bisa Anda baca di ebook Beautiful Mind Power, yang bisa Anda dapatkan di http://www.zonasukses.com/paket1.php


Kadang ada juga yang selalu mengatakan, “Itu Bukan Untuk Saya”. Seolah dia tidak berhak untuk mendapatkan dan melakukan hal-hal hebat. Dia tidak mau melakukan hal hebat agar, dia hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Maka hasilnya akan biasa-biasa saja, dia tidak akan melejitkan potensi diri.


Boleh jadi, dalam satu kasus, memang benar itu bukan untuk Anda. Boleh-boleh saja, jika seandainya Anda sudah atau sedang melakukan hal yang hebat lainnya. Jangan sampai mengatakan “Itu bukan untuk saya” hanya sebagai alasan tidak mau keluar zona nyaman Anda.


Satu lagi yang bisa menghambat Anda melejitkan potensi diri adalah sering mengatakan “ah teori” sebagai alasan dia tidak mau belajar. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Anda sudah mengetahui segalanya sehingga tidak lagi butuh teori?


Seperti dibahas di artikel lainnya, saya mengatakan bahwa teori itu adalah cahaya. Jika Anda tidak punya ilmu, artinya Anda berjalan dalam kegelapan. Memang tindakan itu penting, tetapi Anda bisa melakukan tindakan yang salah jika tidak tahu ilmunya. Seperti halnya saat kita berjalan di kegelapan.


Kesimpulannya adalah jika Anda ingin melejitkan potensi diri, mulailah dengan memperhatikan kata-kata Anda. Kata-kata diatas hanya contoh, masih banyak kata-kata lain yang pada intinya memberikan alasan agar Anda tidak keluar dari zona nyaman. Padahal, kemauan keluar dari zona nyaman adalah syarat mutlak untuk melejitkan potensi diri Anda.


Jangan lupa, download eBook Melejitkan Potensi Diri Gratis di member area Zona Sukses, bagi yang belum daftar silahkan daftar via form dibawah (Update Artikel Terbaru + eBook Gratis).


Insya Allah, Anda bisa melejitkan potensi diri Anda.


lView the original article here

Saat Semua Terlihat Sulit – Jangan Menyerah

Jangan menyerah, meski semua terlihat sulit dan berat. Meski semua terlihat tidak mungkin. Meski Anda merasa sudah “pantas” mengatakan menyerah. Jangan pernah menyerah. Menyerah adalah cara pasti untuk gagal. Anda bisa mengatakan pembenaran atas kegagalan Anda. Anda bisa mengatakan seribu alasan atas penyerahan diri Anda. Tetapi semua itu percuma, Anda tetap gagal.


Ada orang yang sebenarnya dia menyerah, tetapi merasa dirinya tidak pernah menyerah. Orang tersebut adalah orang yang tidak mau mencoba sesuatu karena dia pikir dia tidak bisa. Jadi jika Anda menginginkan sesuatu, tetapi Anda tidak mencoba untuk meraihnya, maka Anda termasuk orang yang menyerah. Kita tidak hanya berbicara orang yang sudah berusaha kemudian menyerah, tetapi juga orang yang menyerah bahkan sebelum dia mencoba.


Apakah Anda termasuk orang yang menyerah sebelum mencoba? Pikirkan, sejauh mana Anda tidak mengejar keinginan Anda. Sebanyak itulah Anda menyerah. Sekali lagi, Anda akan punya seribu alasan, tetapi tetap saja Anda orang yang menyerah bahkan sebelum berjuang. Ini lebih parah dibandingkan orang yang sudah mencoba kemudian menyerah.


Ya, kadang kita merasakan semua terlihat sulit. Tidak ada lagi yang sepertinya bisa dilakukan. Anda berpikir, orang akan memakluminya jika Anda menyerah. Jangan menyerah kecuali yang Anda cari maklum dari orang lain. Orang lain mungkin bisa memaklumi Anda, tetapi untuk apa? Jika Anda menyerah, Anda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali maklum dari orang lain.


Jadi jangan menyerah, jika Anda tidak mengetahui caranya, maka carilah caranya. Anda akan menemukan caranya. Jangan dulu mengatakan tidak mungkin, sebab kebanyakan kata tidak mungkin sebenarnya menunjukan Anda belum tahu caranya. Tidak mungkin juga disebabkan karena kita berpikiran negatif. Kata tidak mungkin, bisa berubah menjadi mungkin saat Anda membuka pikiran Anda dan mencari tahu bagaimana cara melakukannya.


Saat Anda akan melakukan sebuah rencana, pasti ada hasil akhir yang ingin Anda raih. Orang yang menyerah seringkali karena dia lupa dengan hasil akhir yang dia inginkan. Atau kekuatan daya tarik dari hasil akhir sudah kalah oleh rasa frustasi yang menghinggapinya. Untuk itu, Anda harus memperkuat motivasi yang datang dari hasil akhir. Pikirkan hasil akhir, perkuatlah dalam bayangan Anda, agar mendorong diri Anda untuk terus meraihnya.


Pikirkan hasil akhir dikaitkan dengan orang-orang yang sayangi. Lihat dalam imajinasi Anda, bagaimana kebahagian terpancar dari wajah mereka karena Anda berhasil. Pikirkan bagaimana mereka menyambut Anda dan berterima kasih kepada Anda dengan penuh senyum dan kebanggaan. Jangan menyerah, demi kebahagiaan mereka, orang-orang yang Anda sayangi.


Jangan menyerah, semua ini demi orang-orang yang Anda sayangi.


Seringkali semua terlihat sulit karena memang kemampuan Anda yang kurang. Adalah mudah menyalahkan lingkungan kemudian Anda menyerah. Namun bagaimana dengan orang lain yang bisa mencapai pencapaian yang lebih baik dibanding Anda? Ya, karena mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk mengatasi halangan dan rintangan di depannya. Sementara Anda tidak bisa.


Jadi, saat Anda menemukan halangan dan rintangan seolah akan menghentikan Anda, jangan menyerah. Yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan kemampuan Anda. Belajarlah, berlatihlah, dan cobalah. Jika Anda melakukan kesalahan, perbaiki kesalahan Anda, bukan malah berhenti. Ketidak mampuan itu adalah hal yang wajar, semua orang mengalaminya. Bedanya ada orang yang menyerah, ada juga orang yang bangkit untuk belajar sehingga dirinya menjadi mampu.


Anda bingung mau melakukan apa? Mungkin karena kemampuan kreativitas Anda yang masih kurang. Maka Anda harus meningkatkan kemampuan kreativitas Anda.


Anda bingung karena tugas begitu banyak dan waktu terasa begitu sempitnya. Itu karena Anda kurang mampu dalam manajemen waktu. Semua orang juga sama, memiliki kewajiban yang sangat banyak. Yang membedakannya adalah kemampuan dalam memilih dan fokus. Untuk itu Anda perlu meningkatkan kemampuan manajemen waktu.


Menjalankan bisnis terasa begitu sulit? Ya karena Anda kurang memiliki kemampuan bagaimana memulai dan menjalankan  bisnis.


Jadi, jika semua terasa begitu sulit, sejauh mana kemauan Anda untuk mengembangkan diri? Mengapa semua orang bisa, sementara Anda tidak bisa? Ya, jangan menyerah, tingkatkan saja kemampuan Anda. Mau belajar, bukan malah menyerah dan mengeluh.


Lalu bagaimana jika tidak mendapatkan dukungan? Tahukah Anda, banyak orang yang bisa berhasil padahal dia tidak mendapatkan dukungan. Seorang anak yang memiliki keterbelakangan mental, kemudian dibuang oleh keluarganya karena dianggap pembawa sial, tetapi dia tetap bertahan dan bisa sukses.


Kenapa Anda tidak bisa? Jadi jangan menyerah, jika Anda tidak mendapatkan dukungan, maka carilah dukungan itu. Ada sesuatu yang harus Anda ubah pada diri Anda agar mendapatkan dukungan. Kedua, Allah selalu mendukungmu. Jika tidak mendapatkan dukungan dari manusia, maka dapatkan dukungan dari Allah dengan cara berdo’a dan bertawakal.


Untuk kesimpulan artikel saat ini, hanya ada dua kata: Jangan menyerah!


View the original article here

Download Ebook Riyadhus Shalihin

 

Download Ebook Riyadhus Shalihin

Bisa Download Disini : Riyadhus

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More